Semenjak
ku bertemu dengan sosok indah mu, setiap malam slalu kuucapkan puji syukur
kepada Tuhan . Kau hadir dalam hidupku saat
segalanya terasa sepi, dan k au
berikan cahaya pada jalan hidupku. Sebelumnya aku tak pernah rasakan pasti
seperi ini.
Kau merubah semua pandanganku tentang kehidupan dan aku berterimakasih atas semua ini. Aku tak pernah berfikir ada seseorang yang indah sepertimu. Aku teramat terpesona akan sosok indahmu. Aku bagaikan berjalan diatas mega-mega merah bila mengenangmu. Kau buat hidup ku gemerlap. Ku ingin lakukan segalanya agar kau tetap bias tertawa . Karna hanya kau yang buat hidupku berarti.
Janganlah kau pernah pergi dariku, Tami saying ….. Sungguh aku tak sanggup ….. Aku tak ingin kau pergi dariku. Karna hanya dengan mengingatmu, ku jadi tau indahnya jalani hidup ini dengan mu.
Aku dan kau … Sebenarnya memang belum pernah ada ikatan cinta, tapi Tami sayang … Terus terang aku tak berani membayangkan untuk bias jadi kekasihmu. Kau begitu anggun, begitu cantik, seorang bagaikan dewi. Sedangkan aku hanyalah laki-laki sederhana yang merindukan belaian kasih sayang, bagaikan pungguk yang slalu merindukan bulan.
Aku menyayangmu lebih dari yang bias diucapkan kata-kata. Sejak pertama kali bertemu, sungguh ku berharap kau bisa ku miliki. Rasanya aku tak percaya, bahwa sinar bintang di angkasa sana benar-benar bersinar untuk ku.
Taukah kau ….. Tami !!! Aku tlah lama memperhatikanmu. Aku sering memandangmu di kejauhan . Ya … Betapa cantiknya kau. Dengan tawa yang lepas, sepertinya hidupmu begitu menyenangkan. Bacalah buku diariku, yang sejak itu kutulis untukmu. Banyak surat cinta yang kutulis untukmu, namun tak pernah ku kirim, Karena aku begitu takut bila kau menolak cintaku.
Kau merubah semua pandanganku tentang kehidupan dan aku berterimakasih atas semua ini. Aku tak pernah berfikir ada seseorang yang indah sepertimu. Aku teramat terpesona akan sosok indahmu. Aku bagaikan berjalan diatas mega-mega merah bila mengenangmu. Kau buat hidup ku gemerlap. Ku ingin lakukan segalanya agar kau tetap bias tertawa . Karna hanya kau yang buat hidupku berarti.
Janganlah kau pernah pergi dariku, Tami saying ….. Sungguh aku tak sanggup ….. Aku tak ingin kau pergi dariku. Karna hanya dengan mengingatmu, ku jadi tau indahnya jalani hidup ini dengan mu.
Aku dan kau … Sebenarnya memang belum pernah ada ikatan cinta, tapi Tami sayang … Terus terang aku tak berani membayangkan untuk bias jadi kekasihmu. Kau begitu anggun, begitu cantik, seorang bagaikan dewi. Sedangkan aku hanyalah laki-laki sederhana yang merindukan belaian kasih sayang, bagaikan pungguk yang slalu merindukan bulan.
Aku menyayangmu lebih dari yang bias diucapkan kata-kata. Sejak pertama kali bertemu, sungguh ku berharap kau bisa ku miliki. Rasanya aku tak percaya, bahwa sinar bintang di angkasa sana benar-benar bersinar untuk ku.
Taukah kau ….. Tami !!! Aku tlah lama memperhatikanmu. Aku sering memandangmu di kejauhan . Ya … Betapa cantiknya kau. Dengan tawa yang lepas, sepertinya hidupmu begitu menyenangkan. Bacalah buku diariku, yang sejak itu kutulis untukmu. Banyak surat cinta yang kutulis untukmu, namun tak pernah ku kirim, Karena aku begitu takut bila kau menolak cintaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar