Jumat, 01 Juni 2012

Siti Afrilia Fatmawati

Tak kusangka, indah waktu bersama mu tak kan ku Lupakan begitu saja. Yaah walaupun singkat namun begitu berkesan bagiku. Sejujurnya aku tak ingin detik demi detik ini pergi begitu saja. Andai Tuhan meng-izinkan ku tuk bisa lebih lama lagi dengan mu, sungguh bersyukurnya hati ini.

Aku ingin kau slalu ada di sampingku, temani jalani hari-hari ku agar terasa berarti hidup ini.

Yaaa Allah, aku berharap engkau izinkan aku tuk dapat masuk dalam hidupnya, dapat menjadi pemimpin baginya. Dan dapat membimbingnya tuk tetap di jalan-Mu.

Yaa . . . Jujur aku mengaku, aku sebagai laki-laki normal biasa aku mencintai sosok cantik dirimu. Aku begitu mengagumi mu. Aku ingin kau bisa menjadi pendamping hidupku.

Lia . . . Andai kau tahu, hari-hari ku tak pernah lekang untuk memikirkan mu. Aku slalu berdo'a kepada Tuhan berharap agar engkau bisa menerima aku tuk dapat mengisi lembaran-lembaran kisah bersama.

Yaah tapi itu hanya harapan ku, harapan yang terlalu tinggi tuk dapat cinta darimu. Aku sadar engkau wanita yang terlalu indah tuk aku miliki. Sedangkan aku hanya Lah laki-laki biasa yang mungkin tak ada menariknya dari diriku. Sungguh terlalu jauh jarak antara aku dan engkau.

Aku sungguh terlalu takut untuk mengutarakan perasaan ini padamu. Aku takut jikalau engkau menolak ku, bukannya aku begitu pengecut, namun aku sadar diri akan diriku yang kecil ini. Aku bukanlah siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya untuk dapat di banggakan.

Aku mencintai mu Lia, dari yang tak terucap kata-kata.

Tidak ada komentar: